Serang, Ragam Banten – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Banten diikuti oleh beberapa kontestan yang memiliki pertalian darah dengan mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Calon Gubernur Banten Airin Rachmi Diany merupakan adik ipar Ratu Atut.
Di tingkat kabupaten/kota di Banten keluarga Ratu Atut juga banyak mencalonkan diri. Anak kandung Ratu Atut, Andika Hazrumy mencalonkan sebagai Bupati Serang. Sedangkan di Kota Serang, Ratu Ria Maryana merupakan adik kandung mantan Wali Kota Serang, Haerul Jaman yang juga adik tiri Ratu Atut.
Kemudian di Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan calon wakil wali kota pendamping Benyamin Davnie merupakan anak kandung Ratu Tatu Chasanah. Ratu Tatu kini masih menjabat sebagai Bupati Serang dan dia merupakan adik kandung Ratu Atut.
Dari sejumlah nama trah Chasan Sochib (ayah Ratu Atut) yang saat ini mengikuti Pilkada 2024, hanya Pilar Saga yang beruntung setidaknya berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei dan perhitungan resmi Jaga Suara.
Merujuk hasil hitung resmi Jaga Suara, pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan saat ini memimpin peroleh suara di Pilkada Kota Tangerang Selatan. Pasangan ini memperoleh 62,78 persen suara saat narasi ini disusun.
Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan berhasil mengungguli lawannya Ruhamaben dan Shinta Wahyuni Chairuddin yang diusung oleh satu partai politik, PKS.
Sedangkan Ratu Ria Maryana yang berpasangan dengan Subadri Ushulidin kalah jauh dari Budi Rustandi dan Nur Agis. Merujuk hasil hitung resmi Jaga Suara, Ratu Ria dan Subadri hanya memperoleh 22,27 persen suara, sedangkan Budi-Agis memperoleh 59,85 persen suara.
Sementara itu, hasil hitung cepat yang dilakukan Indikator Politik Indonesia mencatat kekalahan Andika Hazrumy di Pilkada Kabupaten Serang. Andika yang berpasangan dengan Nanang Supriyatna hanya memperoleh 28,98 persen suara.
Pasangan tersebut kalah dari pasangan Ratu Rachmayu Zakiyah-Najib Hamas yang memperoleh 71,02 persen suara. Zakiyah yang merupakan istri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Beralih ke Pemilihan Gubernur Banten, merujuk hasil quick count Charta Politika Indonesia, Airin dan Ade Sumardi hanya mampu meraup 42,28 persen suara. Pasangan calon yang diusung Partai Golkar dan PDIP ini kalah dari Andra Soni-Dimyati Natakusumah yang memperoleh 57,52 persen suara.
Mengutip CNN Indonesia, pengamat politik Universitas Islam Syekh Yusuf Adib Miftahul menilai, faktor yang menyebabkan runtuhnya dinasti politik Ratu Atut adalah masyarakat Banten sudah jengah dengan kekuasaan keluarga Ratu Atut.
Menurutnya, masyarakat Banten mulai sadar terhadap isu-isu korupsi yang selama ini menjerat keluarga Atut. Selain itu masyarakat juga menyadari pembangunan Banten tertinggal dari daerah-daerah lainnya.
“Saya kira ada kebosanan juga sebenarnya. Jadi kebosanan pada klan dinasti Atut itu sendiri. Media sosial apalagi di akhir-akhir ini soal isu (suami) Bu Airin yang dipanggil kejaksaan,” kata Adib. (*)