Ragam Banten – Pameran otomotif terbesar di Tanah Air bahkan Asia Tenggara kembali digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Banten. Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) digelar pada 24 Juli hingga 3 Agustus 2025.
Diselenggarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), GIIAS 2025 diramaikan oleh 43 merek otomotif, terdiri dari 39 merek kendaraan penumpang dan 4 merek kendaraan niaga. Total 63 merek, termasuk roda dua, karoseri, dan industri pendukung turut ambil bagian.
Mengusung semangat inovasi dan transformasi menuju kendaraan masa depan, GIIAS 2025 menghadirkan peluncuran model terbaru, teknologi elektrifikasi, dan solusi mobilitas berkelanjutan dari berbagai pelaku industri otomotif nasional maupun global.
Gubernur Banten Andra Soni mengaku, penyelenggaraan GIIAS turut mendorong perekonomian daerah. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Banten siap menyambut investasi di industri otomotif yang terus berkembang.
Menurut Andra Soni, pameran otomotif berskala besar seperti GIIAS bukan hanya ajang promosi teknologi terbaru, tetapi juga menjadi pendorong nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Biasanya, setelah pameran seperti ini digelar, terjadi peningkatan transaksi pembelian kendaraan baru. Mudah-mudahan, dampak positif dari kegiatan ini juga turut mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten,” katanya.
Andra Soni menegaskan kesiapan Provinsi Banten dalam menyambut para investor, khususnya di sektor otomotif yang terus berkembang.
“Komitmen kami adalah bagaimana memberikan kemudahan serta pelayanan terbaik bagi seluruh calon investor, terutama yang bergerak di sektor otomotif. Kami di Provinsi Banten sangat terbuka kepada para investor yang ingin berinvestasi,” tegasnya.
Sedangkan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak para pelaku industri otomotif untuk tetap optimis terhadap kekuatan pasar dalam negeri.
“Sekarang memang kita sedang mengalami kesulitan, tapi saya percaya tidak akan terlalu lama. Saya tidak bilang ‘one day,’ tapi tidak akan terlalu lama, masyarakat Indonesia akan kembali membeli transportasi termasuk alat-alat otomotif,” ujarnya. (*)