Serang, Ragam Banten – Provinsi Banten ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai salah satu daerah yang akan mengawali pelaksanaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBWI).
Harapannya di awal Februari 2023 nanti, kick off Gernas BBI dan BBWI dapat dilaksanakan. Hal ini juga diharapkan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten di tahun 2023.
Deputi Koordinasi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo RM Manuhutu mengatakan, Provinsi Banten dipilih menjadi titik awal Gernas BBI dan BBWI karena ekonominya bertumbuh baik, industri dan UMKM cukup besar, serta dekat dengan Jakarta.
“Dengan industri yang besar itu menunjukkan Provinsi Banten memiliki kapasitas untuk memproduksi barang-barang yang dibutuhkan bukan hanya oleh Provinsi Banten tapi daerah lainnya,” kata Odo saat berkunjung ke Provinsi Banten, Jumat (27 Januari 2023).
Gernas BBI dan BBWI dengan komando Penjabat Gubernur Banten dan Penjabat Sekda, menurut Odo dapat memberikan dampak perekonomian. “Harapannya perekonomian bisa tumbuh di atas 5 persen untuk tahun ini,” tambah Odo.
Sedangkan Plt Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Liz Zenye menambahkan, Gernas BBI dan BBWI merupakan upaya untuk menggerakkan perekonomian khusunya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pasca pandemi COVID-19.
“UMKM selalu menjadi tulang punggung perekonomian Nasional, selalu menjadi penolong. Sehingga di sini diperlukan dukungan dari pemerintah, swasta, dan seluruh pihak untuk mendukung agar UMKM kita terus bergerak,” kata Liz.
Menurutnya, setelah program berjalan, akan ada pendampingan, pelatihan, dan berbagai kegiatan pendukung minimal selama tiga bulan. Selanjutnya pemerintah pusat akan memantau hasil dan capaian dari pendampingan-pendampingan yang sudah dilakukan.
“Di sini kita mulai kolaborasikan dengan Bangga Berwisata di Indonesia Saja bersama dengan Bangga Buatan Indonesia. Jadi sektor pariwisata berkolaborasi dengan produk-produk unggulan untuk bisa memberikan kontribusi meningkatkan perekonomian khususnya dari daerah,” katanya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menegaskan Pemerintah Provinsi Banten mendukung penuh Gernas BBI dan BBWI. Gernas BBI yang diimplementasikan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek pemerintah pada tahun 2022 di Banten sudah mencapai 41 persen.
“Salah satu motor penggerak Bangga Buatan Indonesia adalah birokrasi berdampak melalui pola kerja tematik komprehensif integral. Semua bisa tertuju ke sana, stakeholder ikut ke arah sana. Sehingga kita bisa benar-benar fokus tematik,” kata Al Muktabar. (*)